Outbound Seru di Kampung Ladang Bersama Karyawan RSU Mitra Medika Medan

Beberapa waktu lalu Rumah Sakit Mitra Medika telah mendapatkan nilai Akreditasi Paripurna dari Komite Akreditasi Rumah Sakit ( KARS ), sebagai seorang karyawan yang bernaung di dalamnya aku cukup merasa bangga, sebab tidak banyak Rumah Sakit yang mendapatkan penghargaan serupa di Medan ini. Sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian tersebut, pihak Direksi Rumah Sakit pun mengadakan acara Outbond ke Kampung Ladang untuk sekedar menghibur dan menghilangkan penat kepada seluruh staffnya.

Alur keberangkatan dibagi menjadi 3 gelombang, yaitu hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Aku  ditakdirkan berada pada gelombang kedua, padahal aku tahu diduakan itu pasti tidak enak rasanya, hhehe

Waktu menunjukkan pukul 8 pagi. Setelah semuanya berkumpul di RSU Mitra Medika kami pun beranjak dengan penuh semangat menuju Kampung Ladang  menggunakan Bus. Sepanjang perjalanan, semuanya sibuk dengan urusan masing-masing, ada yang menggosip, ada yang mulutnya mengunyah saja, ada yang heboh selfie, ada yang serius dengan gadgetnya, bahkan ada yang hanya duduk termenung menatap keluar jendela Bus dengan pandangan kosong, mungkin teringat mantan, mikirin gebetan, atau justru mungkin terbayang-bayang sama hutang. Hhhehe

UMIC8183

TJMF0023

vlcsnap-2018-03-29-01h36m23s563

vlcsnap-2018-03-29-01h40m05s157

vlcsnap-2018-03-29-01h42m02s871

vlcsnap-2018-03-29-01h41m26s256

Sekitar jam 9 pagi kami pun tiba di area outbond yang berada di kawasan Tuntungan, Kabupaten Deli Serdang tersebut. Para fasilitator yang akan memandu kegiatan ini sudah siap menunggu kami. Acara pun dimulai, seluruh peserta dikumpulkan di tengah lapangan untuk melakukan pemanasan yang disebut Brain Gym atau senam otak,  banyak yang mengalami kegagalan disini, salah satunya aku, mungkin harus sering dilatih otakku ini ya. Hhhehe

vlcsnap-2018-03-29-01h38m25s733

vlcsnap-2018-03-29-01h39m14s539

SYWY4545

NIHA7417

Acara pun berlanjut, fasilitator mengajak kami bermain Polisi dan Maling, kami diberikan dua buah tali yang berbentuk lingkaran, satu berwarna merah yang berarti Polisi, satu lagi berwarna belang yang menandakan Maling, ketentuannya adalah orang yang mendapat tali merah harus menjatuhkan tali tersebut dari atas kepala sampai kaki sebanyak satu kali kemudian melingkarkannya ke orang di sebelah kanannya dan begitu seterusnya. Sedangkan yang mendapat tali berwarna belang harus menjatuhkan tali tersebut dari atas kepala hingga kaki sebanyak dua kali kemudian melingkarkannya ke orang sebelah kanannya dan begitu seterusnya. Lalu orang yang kedua tali tersebut berada di badannya maka ia tertangkap dan harus menerima hukuman. Kebetulan ada enam orang yang tertangkap pada permainan ini dan diberi hukuman menari di hadapan seluruh peserta sambil diiringi musik.

CGOJ2965

Selepas bermain Polisi dan Maling, kami beranjak ke game  yang menurutku paling menguras tenaga. Fasilitator memberikan beberapa instruksi, yaitu saat mereka mengatakan “ Tugu Raja Batak “ maka kami harus mengepalkan tangan kami keatas sambil berkata “huh”, lalu saat mereka menyebut “ boncengan sepeda motor “, maka kami harus mencari satu teman dan memperagakan hal tersebut. Kemudian ketika kami mendengar “ Traffic Light “, maka kami harus berjumlah tiga orang dan membentuk satu barisan sambil menguncupkan ujung jari berulang-ulang. Begitu juga saat mendengar  instruksi “ Bunga Matahari “, maka kami harus berjumlah empat orang untuk membentuk lingkaran dan melakukan gerakan menguncup dan mengembang bersama-sama. Dan yang terakhir waktu fasilitator menyebutkan “ Mendayung Perahu “, maka kami harus berjumlah 5 orang sembari melakukan gerakan mendayung perahu

WCVT2205

AMYN6914

CANON 60D87

Tak terasa jarum jam berada di angka 12, para peserta Outbond pun dipersilahkan untuk istirahat, sholat, dan makan. Selang satu jam kegiatan pun dilanjutkan kembali. Kami dibagi dalam 8 kelompok dan masing-masing kelompok harus menunjuk satu orang Leader, lalu setiap tim harus menyiapkan sebuah nama yang berhubungan dengan Rumah Sakit dan yel-yel kelompok. Aku pun ditunjuk sebagai Leader tim kami yang kami sepakati diberi nama Dulcolax, yaitu sejenis obat pencahar karena kebetulan kami sedang sakit perut karena terlalu sering menelan janji-janji manis. Hhehe

Setelah semua tim selesai menyiapkan yel –yel, fasilitator mempersilahkan masing-masing Ketua kelompok untuk maju ke depan, lalu mereka menanyakan alasan setiap tim memutuskan orang tersebut sebagai Leader. Jawaban-jawaban nyeleneh pun bermunculan, ada yang memilih karena orang tersebut berwajah imut, ada yang memilih karena orang tersebut pandai bergaya, dan bahkan yang paling aneh adalah ada yang memilihnya sebagai ketua hanya karena dia memakai celana berwarna Orange. Beruntung ini hanya permainan, bayangkan jika hal tersebut berlaku dalam hal Pemilu, masa kita memilih seorang pemimpin hanya karena wajahnya atau karena suka dengan warna bendera partainya, kenapa aku jadi bahas politik ya ? Hhhehe

CANON 60D103

CANON 60D125

CANON 60D126

CANON 60D102

Kegiatan pun beranjak ke Slyer Game. Setiap Tim harus meletakkan sebuah gelas penuh berisi air diatas selembar kain besar berbentuk persegi, kemudian kami harus mengangkat kain tersebut dan membawanya ke titik tujuan yang telah fasilitator tentukan. Dan ketika gelas yang berisi air tersebut jatuh ditengah perjalanan, maka kelompok tersebut wajib mengulangnya dari awal kembali. Diperlukan kesabaran yang ekstra untuk menyelesaikan tantangan game ini. Sama halnya seperti aku yang terus bersabar menahan rindu yang tak kunjung terobati. Hhhehe

BQKG0851

IZJB3682

Usai menahan kesabaran di Slyer Game, kami pun menuju permainan yang aku sebut “ Bisikan Kebaikan atau Kejahatan “. Disini masing-masing anggota tim akan ditutup matanya secara bergiliran, lalu satu orang ditugaskan untuk memberikan arahan kepada teman yang ditutup matanya tadi untuk berjalan mengikuti pola dan mengambil sebuah bola yang telah diletakkan disana. Agar game ini semakin seru, tim lawan akan menjadi setan pengganggu dan diperbolehkan untuk mengacaukan konsentrasi pendengaran lawannya dengan berteriak atau memberikan komando palsu agar orang yang tertutup matanya tadi kebingungan menentukan arah langkahnya.

CANON 60D167

CANON 60D173

CANON 60D174

Sehabis bermain di daratan, rasanya kurang puas jika tidak ada permainan airnya. Selanjutnya para peserta outbond diarahkan fasilitator menuju sebuah kolam yang di permukaannya telah terbentang dua buah bambu panjang yang saling berhadapan dan tersambung dengan papan penghubung. Kemudian dua orang anggota tim harus berjalan melewati dua buah bambu tersebut dengan cara kedua tangan peserta harus saling menolak satu sama lain. Banyak yang gagal pada game ini, mungkin karena terlalu grogi dengan pasangan bermainnya sehingga susah menjaga keseimbangan dan akhirnya harus jatuh ke dalam kolam.

GVTR5023

JJCU3835

Tong Berlubang pun dijadikan sebagai game penutup acara outbond ini. Setiap tim diharuskan untuk menutup setiap lubang yang berada di tong tersebut dengan tangan, kaki, bahkan mulut. Sementara dua orang dari masing-masing tim harus mengisi tong tersebut dengan air. Tim dengan jumlah air terbanyak di dalam tong akan jadi pemenangnya. Tadinya aku pikir ini permainan yang mudah, tapi ternyata tidak, semakin banyak debit air yang ada di tong, maka aliran yang menuju lubang justru semakin kencang sehingga kami harus menutupnya lebih rapat lagi. Belum lagi karena orang yang mendapat tugas untuk mengisi air terlalu bersemangat sehingga air itu lebih banyak mengenai kami daripada masuk ke dalam tong. Tapi Alhamdulillah tim kami Dulcolax menang di game ini melawan tim Code Blue yang kebanyakan berisi orang-orang tua yang mulai diserang sakit pinggang, jadi wajar saja kalau kami menang. Hhhehe

MZVO7788

KEKV7560

Semua permainan akhirnya selesai. Para peserta Outbond pun dipersilahkan untuk mandi dan bersiap-siap. Waktu menunjukkan pukul 4 sore, tibalah kami di puncak acara. Fasilitator pun mengumumkan tim yang menjadi juara, yaitu kelompok Asoy Geboy yang meraih poin tertinggi pada masing-masing game. Namun sayangnya sebagai juara mereka tidak mendapat hadiah, justru yang mendapat doorprize berupa Kompor Gas, Setrika, Dispenser, Magic Jar, Payung, dan Botol Minum adalah para peserta Outbond yang dipilih secara acak. Sabar ya Asoy Geboy. Hhehe

Rangkaian acara pun ditutup dengan bernyanyi dan menari bersama.

CANON 60D261

CANON 60D265

CANON 60D254

Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari Outbond kali ini. Untuk membentuk sebuah tim solid diperlukan kekompakan antar anggota, dan untuk mencapai sebuah tujuan tidak perlu terburu-buru, semua harus dilalui dengan penuh kesabaran. Contohnya Slyer Game, jika satu orang saja tidak menarik ujung kain dengan ketat, maka gelas yang berisi air tersebut akan tumpah. Sama halnya dengan sebuah Rumah Sakit, jika salah satu karyawannya tidak melaksanakan tugas dan perannya dengan baik, maka tujuan Rumah Sakit tidak kan tercapai. Dan jika Rumah Sakit telah meraih apa yang diinginkannya, itu bukan karena jasa satu atau dua orang saja, tapi karena kontribusi dan peran seluruh elemen yang terkait di dalamnya.

CANON 60D10

CANON 60D216

Sukses terus Rumah Sakit Mitra Medika, We Serve You With Smile … 🙂 🙂 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s